Kamis, 09 Februari 2023


 

 HARAPAN


Harmoni kehidupan nan penuh warna

Arah langkah tertuju dengan sempurna

Renjana bahagia penuh  rona

Aroma kehangatan terus menyala

Purnama kehidupan terjalin aksara

Arti kehidupan 

Nurani berbisik tuk terus 

SEMANGAT

 

Kamis, 9 Pebruari 2023

SEMANGAT 


Senadung rindu bersemi kembali

Endapan sepi memudar tergerai

Menderu redam kelam meradang

Argumentasi terprofokasi sepi

Nirmala cahaya enyahkan segala  rona

Gantikan renyah suasana bahagia

Alunan mesra kelola rasa

Tiada kecewa pasti lahirkan usaha



 Note : لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ( QS. Al-Baqarah : 286)

Rabu, 08 Februari 2023

KEHILANGAN


Rabu , 9 Pebruari 2023


 KEHILANGAN


Kering sudah goresan pena

Entah bagaimana kesudahanya

Hampa terasa 

Impian terbang Entah kemana

Lelah...

Antara ada dan tiada

Nurani trus berbicara

Garis tangan ada padanNya

Andai waktu bisa ditanya

Norma keikhlasan itu jalan kebaikan dari Nya



Note : QS. Yasin : 82

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

 Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.


By. Sulistiyani

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA 28 ke 14

 

KBMN PGRI 28 KE 14

Rabu, 8 Pebruari 2023



KONSEP BUKU NONFIKSI


Oleh                     :  Soelistijani
Resume               : 14
Gelombang -       : 28
Tanggal                : 8 Pebruari 2023
Tema                    : Konsep Buku Nonfiksi
Nara Sumber      : Musiin,M.Pd
Moderator           : Yandri Novitasari,M.Pd


     Tidak ada kata yang pantas kami ucapkan selain rasa syukur yang mendalam kepada Allah Yang Maha Kuasa. Trimakasih kepada Tim Solid OM Jay. Akhirnya malam ini sampai pada pertemuan yang ke-14. Kebersamaan yang sangat luarbiasa saya rasakan dikelas menulis KBMN 28 . Kelas yang tiada pernah sepi dan mati.
     
    Pada pertemuan ke -14 ini materi yang akan disampaikan adalah Konep Buku Nonfiksi dengan Narasumber Ibu Musiin,M.Pd dan moderator Ibu Yandri Novitasari,M.Pd. Materi ini sangat menarik bagi saya karena saya ingin memahami lebih dalam tentang cara menulis buku nonfiksi, mulai dari tatacara penulisan,gaya bahasa dan lainya.
 
    Ibu Musiin sarjana IKIP Malang 1994, Magister Pendidikan 2009 dan Short Course SEAMEO,  RELC Sngapore 2015, dengan segudang peran dan melahirkan banyak karya.





Inilah motivasi Ibu MUsiin dalam menulis, beliau juga mengawali menulis dari nol, kemudian tergabung dalam kelas menulis yang akhirnya sukses melahirkan banyak karya







     Pengertian tulisan non fiksi adalah karya tulisan yang bersifat baku dan berdasarkan fakta. Tulisan yang memberikan informasi tentang fenomena fenomena aktual yang terjadi yang dapat dibuktikan sumber kebenaranya dengan empirik
Tulisan ini bersifat objektif dan berbasis data dan fakta.
Bahasa yang digunakan juga bersifat denotatif, apa adanya.


Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)





Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5  langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan

Langkah Pertama
 Pratulis

1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
9. Survey
10. Wawancara

Artinya, kita tidak akan bisa menulis dengan bagus, jika kita tidak pernah membaca dan mengupdate pengetahuan kita







Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini beliau memberikan contoh yang di ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62

      Adapun anatomi buku nonfiksi adalah sebagai berikut
Anotomi Buku Nonfiksi
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis




Untuk merefisi draf kita bisa melakukan proofreading yaitu membaca ulang naskah tulisan yang sudah selesai kita tulis, untu kemudian dikoreksi ulang


Kemudian kita sesuaikan baik ejaan, tatabahasa, diksi, data dan fakta serta legalitas dan norma




Untuk mencari bahan tulisan kita bisa mencari bahan yang treding topik. Untuk mengetahui treding topik bisa di cek di google trend.





Ini contoh penelusuran di google trend.
      
    Demikian materi tentang Konsep Buku Nonfiksi, materi yang bagus, lugas dan sangat bermakna. Trimakasih kepada Narasumber Ibu Musiin, M.Pd. dan moderator Ibu Yandri

Salam Literasi




Senin, 06 Februari 2023

KELAS BELAJAR MENULIS 28 KE 13

 KBMN PGRI 28 KE 13

6 Pebruari 2023



KAIDAH PANTUN


Oleh                     :  Soelistijani
Resume               : 13
Gelombang -       : 28
Tanggal                : 6 Pebruari 2023
Tema                    : Kaidah Pantun
Nara Sumber      :  Miftahul Hadi,S.Pd
Moderator           : Dail Ma'ruf,M.Pd

     Alhamdulillahhirrobbil'alamin, bersyukur kepada Allah SWT, atas kesempatan yang sudah diberikan, hingga hari ini bisa mengikuti KBMN PGRI angkatan 28 pertemuan ke-13. Artinya 13 materi sudah tersampaikan. Namun rasanya masih jauh dari apa yang saya bayangkan. Semakin banyak  belajar semakin tau banyak ilmu yang belum dipelajari.

     Materi pada sesi ke-13 ini sangat menarik bagi saya, karena membaca pantun sesuatu yang sangat menyenangkan. Sekarang saatnya harus membuat pantun. Narasumber hari ini Bapak Miftahul,S.Pd dan Moderator Bapak Dail Ma'ruf,M.Pd

Acara dibuka oleh moderator Pak dail dengan doa bersama dan memepersilahkan Narasumber untuk memulai materi.
Dengan membacakan puisi Narasumber mulai menyapa peserta

Bunga sekuntum tumbuh di taman,

Daun salam elok mahkota,

Assalamualaikum saya ucapkan,

Sebagai salam pembuka kata.

Bacaan pantun langsung disambut oleh moderator 

Menanam padi di musim hujan

Padi ditanam berharap panen

Mari belajar beang mas hadi kawan

Semoga semuanya berkenan

Kemudian dijawab kembai li oleh Narasumber, karena moderator menanyakan kabar

Kalau tuan ke pulau Mempar,

Batu terbelah di gunung Daik,

Kalau tuan bertanya kabar,

Alhamdulillah kabar baik.

Pantun berbalas masih terus berlanjut, sebagai perkenalan dari Narasumber 

Banjir kanal jembatan patah,

Rimbun semak di pinggir kali,

Salam kenal saya mas Miftah,

Dari Demak berjuluk kota wali.

Sebelum masuk ke materi Kaidah Pantun, narasumber bertanya, Bapak ibu, apa yang ada di benak bapak ibu jika mendengar kata pantun?. Banyak peserta yang menjawab dengan versi yang sudah pernah diketahui sebelumnya

Ini adalah biodata Narasumber







Pantun diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda  pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020)

Pada hakikatnya, sebagian besar kesusastraan tradisional Indonesia membentuk pondasi dasar pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti "randai" dari Minangkabau wilayah Sumatra Barat, yang mencampur antara seni musik, seni tarian, seni drama, dan seni bela diri dalam perpaduan seremonial yang spektakuler.

Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019)

Pantun berasal dari akar kata “TUN” yang bermakna “baris” atau “deret”. Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai “Panutun”, oleh masyarakat Riau disebut dengan “Tunjuk Ajar” yang berkaitan dengan etika (Mu’jizah, 2019)

Kegunaan pantun itu ternyata banyak sekali. Selain untuk komunikasi sehari-hari pada zaman dahulu. Pantun bisa juga digunakan untuk mengawali sambutan pidato. Bisa juga untuk lirik lagu, perkenalan, ataupun dakwah bisa juga disisipi pantun.




Selain itu Pantun juga melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar


Bagaiman kaidah penulisan Pantun?

a. Satu bait pantun terdiri atas empat baris

b. Satu baris itu idealnya terdiri atas empat sampai lima kata.

c. Satu baris pantun terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata.

d. Tiap baris terdiri dari Delapan sampai dua belas suku kata.

e. Baris pertama dan kedua disebut sampiran

f. Baris ketiga dan keempat disebut isi

g. Pantun yang baik, memiliki sajak a-b-a-b

Apakah boleh pantun menggunakan sajak a-a-a-a??

Boleh saja, namun akan mengurangi keindahan pantun itu sendiri.





Syair, hampir sama seperti pantun. Terdiri atas empat baris. Memiliki sajak a-a-a-a. Baris satu sampai empat memiliki hubungan/saling berkaitan

yang membedakan pantun dan syair dari apanya Mas Mif

Contoh Syair.

Inilah kisah bermula kawan

Tentang negeri elok rupawan

Menjadi rebutan haparan jajahan

Hidup mati pahlawan memperjuangkan

Engkau telah mafhum kawan

Penggenggam bambu runcing ditangan

Pemeluk tetes darah penghabisan

Syahdan, Tuhan karuniai kemerdekaan.

Nah, kalau gurindam hanya terdiri atas dua baris. Memiliki sajak a-a. Baris pertama dan kedua saling berhubungan.

Contoh Gurindam

Jika rajin salat sedekah,

Allah akan tambahkan berkah.

Karmina, terdiri atas dua baris. Baris pertama dan kedua tidak ada hubungannya.



Jika membuat pantun, susunlah baris ketiga dan keempat terlebih dahulu.

Sebelum membuat pantun ada baiknya memperbanyak perbendaharaan kata dulu, agar mudah dalam menyusun kata-kata.

    Trimakasih kepada narasumber Bapak Miftah dan moderator bapak Dail.

Buah manggis buah kenari

Buah mangga di belantara

Mari menulis setiap hari

Agar bahagia dihari tua


Salam literasi




Jumat, 03 Februari 2023

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA 28 KE 12

 KBMN PGRI 28 KE 12

3 PEBRUARI 2023



PROOFREADING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN

Oleh                     :  Soelistijani
Resume               : 12
Gelombang -       : 28
Tanggal                : 3 Pebruari 2023
Tema                    : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Nara Sumber      : Susanto, S.Pd
Moderator           : Helwiyah,S.Pd.M.M

     Alhamdulillahirrobbil'alamin, akhirnya Allah sampaikan pada pertemuan yang ke 12. Rasa senang dan syukur yang tidak tekira bisa bersama dalam sebuah kelas bersama Bapak Ibu hebat dan dibimbing oleh Narasumber dan moderator yang luarbiasa
    
    Materi ke-12 ini adalah Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan dengan Narasumber Bapak Susanto,S.Pd dan moderator  Ibu Helwiyah,S.Pd.M.M
Siapakah Bapak Susanto S.Pd
Inilah Bionarasi beliau
Pak De Susanto lahir di Gombong Kebumen, pada tanggal 29 Juni. Tahun ini genap usia beliau yang ke-50. Bekerja sebagai pendidik di SDN Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, Kab. Musi Rawas sejak tahun 2017. Sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala SDN 2 Selangit (2008-2012), SDN Purwodadi (2012-2013), dan SDN Rejosari (2013-2017). Tahun 1993 menjadi guru muda di SDN 1 Batu Kucing (Musi Rawas Utara) sampai dengan tahun 2006. Tahun 2006 mutasi ke SDN Padang Lalang.
Beliau pernah belajar di SDN Srampadan Gombong (1983), SMPN 2 Gombong (1986), SPGN Kebumen (1989), D2 PGSD UNS (1992), STKIP PGRI Lubuklinggau (2006), UT UPBJJ Palembang (2017).



Dalam melakukan penulisan sebelum naskah dipublikasikan dibutuhkan beberapa tahapan, agar tulisa tersebut sesuai secara kaidah bahasa dan pilihan kata, susunan mudah dicerna dan dinikmati pembaca.

Apa itu Proofreading
Proofreading adalah membaca ulang kembali untuk memeriksa sebuah penulisan untuk mengetahui apakah ada yang salah atau tidak sebelum tulisan itu di publikasikan/diterbitkan atau dibukukan. Proofreading sangat berguna untuk meminimalisir kesalahan pada saat kita menulis di suatu media yang akan kita publikasikan atau cetak dalam bentuk buku.

 Apa saja  hal-hal yang harus diperhatikan dalam Proofreading? 
 Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia baca bisa diterima logika dan dipahami. untuk itu harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut 
Apakah sebuah kalimat efektif atau tidak?
Susunannya sudah tepat atau belum?
Substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak

 Mengapa harus melakukan proofreading?
Karena untuk meminimalisir kesalahan dalam penulisan, untuk itu Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak kita lewatkan. Terutama jika kita berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak luas atau mempublikasikan, contohnya menulis di kompasiana.com atau di blog pribadi

 Kapan kita melakukan proofreading?
Melakukan proofreading beberapa saat setelah selesai menulis. menurut Bapak Padil (Supadilah) "Jangan terburu-buru mengirimkan artikel. Kita melihat kembali (review) tulisan adalah hal bijaksana yang harus dilakukan. Penggunaan bahasa baku dan tidak baku serta aturan teknis berkaitan dengan ejaan perlu diperhatikan".
Memeriksa tulisan dilakukan setelah tulisan selesai, BUKAN ketika kita sedang melakukan penulisan/tulisan masih jalan separuh atau baru dua paragraf, dan sebagainya. Bertindaklah sebagai seorang “calon pembaca”.


Apa saja langkah dalam melakukan proofreading? 
  • Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.
  • Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa, dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
  • Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
  • mengecek ejaan. Ejaan yang kita tulis harus merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit.
  • Konsistensi nama dan ketentuannya
  • Perhatikan judul Bab dan penomorannya  
Contoh penulisan kalimat :
Hari Minggu yang biasanya di gunakan untuk libur bersama, tetapi pada Hari Minggu, tanggal 18-09-2022 suamiku bersama teman-temannya mengadakan acara memancing ikan mas.
Pengulangan kata Hari Minggu (Hari ditulis huruf kapital?)
Lebih baik dibuat menjadi dua kalimat dan penulisan bulan di ganti menggunakan huruf
 
Contoh lain penulisan kata di .....
di + kata menunjukkan tempat (benda) >> di Jakarta (di pisah)
di + kata kerja >> disambung
di + peluk >> dipeluk (sambung, 'kan)
 
Hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan
  • Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. 
  • Hindari memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Proofreading dilakukan setelah tulisan jadi, jangan melakukan proofreading sebelum tulisan jadi.
Secara garis besar di lukiskan seperti gambar dibawah ini











Alat yang digunakan untuk membantu kita melakukan proofreading, tentu saja KBBI dan PUEBI yang sejak 16 Agustus 2022 diganti dengan EYD.
Ketetapan itu merujuk pada Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Perubahan kaidah, yaitu pengkhususan penulisan bentuk terikat maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan.
Pada ejaan sebelumnya, aturan penulisan kata terikat maha- ada yang dipisah dan digabung sesuai syarat dan ketentuannya.
Sementara pada EYD edisi V, aturan penulisan kata terikat maha- dengan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, semua ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan.
Contohnya: Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Pengampun.

Demikian apa yang disampaikan Bapak Susanto S.Pd malam ini. Materi yang sangat bagus,menarik dan bermanfaat. Trimakasih 
















Rabu, 01 Februari 2023

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA 28 KE 11

 KBMN PGRI 28 KE 11

1 Pebruari 2023


MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH

Oleh                     :  Soelistijani
Resume               : 11
Gelombang -       : 28
Tanggal                : 1 Pebruari 2023
Tema                    : Mengelola Majalah Sekolah
Nara Sumber      :  Widya Setyaningsih,S.Ag
Moderator           : Mutmainah,M.Pd

      Alhamdulillahirobbil'alamin sampai juga pada pertemuan ke - 11. Atas nikmat dan ridhoNya, akhirnya diberikan kelancaran. Sepanjang beberapa kelas yang pernah saya ikuti, KBMN 28 ini yang semangatnya tidak pernah surut mulai dari awal. 

     Malam hari ini tema yang akan kita pelajari Mengelola Majalah Sekolah. Narasumber yang dihadirkan Ibu Widya Setyaningsih,S.Ag. Dengan Moderator Mutmainah,M.Pd. Pertemuan kali ini dengan diawali oleh moderator yang sangat menggugah semangat dengan kata kata yang sangat menyentuh kalbu yang paling dalam.

     Majalah menurut KBBI adalah terbitan berkala yang meliputi berbagai liputan jurnalistik pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Sedangkan waktu terbitnya dibedakan atas majalah bulanan, tengah bulanan,mingguan dan lain lain. Menurut pengkhususan lainya isinya dibedakan atas majalah berita,anak anak, wanita, remaja, olahraga dan lain lainya.

     Bagaimana dengan majalah sekolah? Majalah sekolah adalah majalah yang dikelola sekolah dibuat dan diedarkan dikalangan sekolah. Dari sekolah untuk sekolah.

     Dalam membuat majalah sekolah pasti ada tantanganya.
Apa saja tantanganya?
1. SDM
2. Sumber Dana
3. Dukungan Sekolah
4. Dukungan Stake Holder

Adapun langkah langkah dalam menerbitkan majalah sekolah adalah 
1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan            organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah
2. Mengajukan Proposal.
    Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana               dsbnya. 
3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll. 
4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll
5. Melakukan sosialisasi ttg manfaat, pentingnya suatu majalah pada orngtua. 
Susunan Redaksi Majalah Sekolah
1.Penasehat
2. penanggungjawab
3. Pimpinan Redaksi
Susunan Redaksi Majalah
1. Editor
2. Reporter
3. Fotografer
4. Layout
5. Bendahara
Manfaat Majalah Sekolah
1. Sarana komunikasi sekolah dengan walimurid dan siswa
2. Media komunikatif
3. Wadh kreatifitas guru dan siswa
4. Sarana Publikasi sekolah
5. Menjadi kebanggaan sekolah
Hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah
1. Buatlah nama yang unik
2. menentukan artikel yang akan di tampilkan
3. Mengajukan ISMN/QCRBN

       Salah satu kunci agar kita bisa mengelola Majalah Sekolah adalah adanya keMAUan. Tantangan dan cobaan pastinya ada, Dengan adanya kemauan yang kuat pasti akan mudah dalam melalui rintangan dan cobaan. 






     Begitu renyah meriah narasumber memberikan ilmu dan motivasi kepada kami semua, hingga kurang lebih 15 menit kami diminta menulis tantangan di blog tentang sekolah kita masing masing. Dan hasilnya adalah seperti dibawah ini.

SEKOLAHKU RUMAH KEDUAKU

     SMPN2 Camplong tempat aku mengabdi sejak tahun 2003. Tigabelas km letaknnya dari kota. Dengan 300 siswa dan 23 dewan guru. Rata rata mata pencaharian orangtua siswa adalah bertani dengan kultur masyarakat agamis. Karena itu acara keagamaan dan tradisi keagamaan masih sangat melekat pada kebiasaan masyarakat.

       Sekolah kami  mempunyai lahan yang sangat luas sehingga siswa bisa leluasa bermain saat istirahat. Bisa bermain sepak bola dihalaman depan ataupun sekedar duduk duduk dibawah   pohon sambil menikmati kue ataupun minuman sambil bersenda gurau. 




Foto diatas adalah kegiatan kami bersama siswa saat akan diadakan adiwiyata. Kami bersama siswa bercocok tanam di belakang sekolah. Banyak macam tanaman yang ada, mulai dari sayuran ada juga pohon mangga dan pisang






         Kegiatan disekolah sangat menyenangkan bagi kami. Ibarat rumah, sekolah menjadi rumah kedua bagi saya, akan ada kerinduan untuk bersama dengan siswa baik saat pembelajaran maupun saat kegiatan diluar kelas.

     Trimakasih kepada Ibu Widya Setyaningsih,S.Ag ilmunya sangat luarbiasa. Dan juga moderator ibu Mutmainah,M.Pd yang sudah mengantarkan kami pada materi yang sangat bagus. Semoga kami bisa mengaplikasikan dengan baik.

Salam Literasihttps://edusyahna.blogspot.com/2023/02/kelas-belajar-menulis-nusantara-28-ke-11.html

 


LOMBA BLOG RAMADHAN DAY - 3

 LBR DAY -3  Sabtu, 25 Maret 2023 RAMADHAN SYAHRUL QUR'AN شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَ...